Jumat, 31 Mei 2013

Ado



Hai Dears,
kali ini aku ingit sedikit cerita tentang adek aku Aldo/Ado (Ridho). Aku tahu dia sedikit berbeda dengan adik-adikku yang lain. Adek aku yang satu ini punya kelainan pada matanya dari lahir yang sering kali merah dan membuat dia tak mampu membaca lama, selain itu dia juga adek aku yang tak mau meneruskan sekolahnya lagi. Ya awalnya sempat kecewa dengan keputusan yang dia buat, dari awal dia mau ujian sekolah dia melarikan diri dari rumah dan nginap tempat mak long (kakak bpk) sampai-sampai kepala
sekolah datang kerumah mencari aldo. Puas mak n bapak aku bujuk dia untuk ikut ujian dengan berbagai cara dan akhirnya berhasil tapi itu tadi dia ndak mau meneruskan sekolah. Dia pernah bilang dengan kami semua dia ndak mampu untuk belajar dan kalau dia belajar kepalanya sering sakit. Emang kami ndak pernah memperiksakan apa pemnyebabnya. Tapi aldo emang orangnya susah untuk di ajak berobat dia takut dengan jarum suntik.

Ketika masih pertama-tama dia menutuskan tidak sekolah aku sempat marah,kecewa dan sebagainya. Ya tapi mau digimanakan lagi itu sudah menjadi keputusannya dan kami takut kalau di paksakan sekolah dia malah sekolah tidak benar. Dan membuat itu sia-sia saja. Dia pernah bilang dia mau kerja. Aku tahu dia adek cowok yang aku bisa bilang termasuk rajin. Dia pandai masak, nyuci pakaian sendiri dan terkadang dia juga nyapu. Jarang ada anak cowok mau seperti itu. Sering setiap sore dia menebas rumput untuk sapi-sapi. Sapi itu amanat dari alm nenek n alm ai (kakek) dan kami di suruh merawatnya dan aldo dan bapaklah yang rajin mencari rumput. Aku dulu sempat menjaga sapi, waktu bapak pergi dinas ke luar kota. Siangnya kami bawa ketepi sungai yang banyak rumput dan sorenya kami bawa pulang sapi-sapi itu. Jarangkan anak cewek mau ngembala sapi. Bagi aku itu seru juga kadang di marah orang coz sapi makan tanaman orang n buang kotoran sembarangan. Hehehe namanya juga hewan

O iya, aldo kadang manja juga dengan aku. Ya kalau sudah capek menebas rumput aku biasa mijitin badan dia. Terus kadang kalau mau tidur karus ngusal kepalanya seperti anak kecil gitu. Maklumlah dia bungsu ndak jadi coz ada 2 orang lagi di bawah dia. Aldo rajin nabung juga dia biasa buat kelayang untuk di jual ya uangnya lumayan dia tabung. Pokoknya pekerjaan yang bisa menghasilkan  uang dia kerjakan. Sekarang ini aja dia kerja cari mas di belakang rumah, ada saja laporan sms yang dia kirim ke aku. Aldo itu suka lagu dangdut entah sejak kapan dia suka, tapi jangan tanyakan suaranya kalau dia nyanyi bias sakit telinga dengarnya.hehehe…..dulu waktu aldo masih kecil mak aku pernah bilang kayak gini dengan aldo “Rhoma Irama tu kawan bapak kau main gitar dulu do, coba liat bapak kau jak punya gitar terus nama anaknya jak sama kan Ridho” terus aldo pun nayak dengan bapak “benar ke pak?” bapak aku jawab “iyelah tadak liat bapak kau ne ade sama ada jengot.” Parah ndak tu mak bapak aku tu suke ndak ngade-ngade jak. Aku yang dengar mak bapak aku kayak gitu ketawa-ketawa jak dengarnya.xixixixi

Itulah adek aku berbeda dari anak yang lain seumurnya. Selain dia lagi sibuk cari emas, dia juga kadang nyuntik pohon “Gaharu”. Walaupun dia ndak sekolah dia harus jadi orang yang punya uang kata bapak aku. Biar ndak nanti kalau udah tua tidak minta-minta dengan saudara. Bapak aku bilang, kalau mau uang ya harus kerja. Jangan minta terus dengan orang tua, kalau orang tua sudah ndak ada minta dengan siapa lagi??? Benar juga sih, makanya aku dari kecil juga sudah terbiasa cari uang tambahan. 

Menurut aku orang pintar dalam akademik belum tentu dia suskes, bisa jadi orang yang biasa di remehkan di sekolah itu yang menjadi sukses. Sukses itu bukan milik orang pintar tapi sukses itu bisa di miliki kalau kita tekun, rajin dan tak pernah menyerah dalam berusaha mencapai impian yang kita inginkan. Sebuah impian bisa terwujud kalau kita ingin mewujudkannya. Kata Maudy Ayunda “kalau punya mimpi jangan setengah-setengah”. Jadi janganlah berhenti bermimpi untuk menjadi orang “SUKSES”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar